HPN 2024, Kabid Humas Polda Sumsel: Pers adalah Penguasa

Palembang177 views

PALEMBANG | Tintamerah.co.id -, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Sunarto menyebut pers adalah penguasa yaitu penguasa informasi.

“Memang kita akui bahwa sekarang pers itu luar biasa ya Pak Kapenrem kalau kita tidak dekat dengan media merupakan salah besar karena sebetulnya merekalah penguasa. Penguasa informasi kalau di tentara saja siapa yang menang dia yang menguasai informasi,” kata Narto saat menghadiri perayaan Hari Pers Nasional 2024 di Sekretariat IWO Sumatera Selatan, Jum’at (09/02).

Menurut mantan Kabid Humas Polda Riau itu, pers menjadi peranan penting dalam kehidupan bangsa Indonesia karena pers adalah bagian penting dari pembangunan bangsa Indonesia, selain itu, kata Narto, pers menjadi salah satu pilar demokrasi di Indonesia.

“Sudah di ketahui bersama pers merupakan pilar ke empat bangsa ini, oleh karenanya sebagai pilar harus kokoh, kuat dan mampu untuk menopang tiga pilar lainnya, sehingga muaranya bagaimana menjaga keutuhan Negara Republik Indonesia,” terangnya.

“Saya mengajak rekan-rekan pers mari kita bersama-sama bahu-membahu menjaga NKRI ini sejatinya kita menyiapkan untuk anak cucu kita,” Narto menambahkan.

Narto mengatakan bahwa negara Indonesia merupakan bangsa yang kuat sejak dahulu kala, memiliki sejarah bangsa yang turun temurun menjaga persatuan dan kesatuan. Dalam benaknya, ia tidak menginginkan keutuhan negara ini pecah hanya tinggal cerita bagi penerus bangsa.

“Kebayang kalau sampai negara ini pecah dan anak cucu kita hanya mendapatkan cerita saja konon katanya dulu ada negara Indonesia yang kuat tapi tinggal cerita saja nauzubillah min dzalik jangan sampai terjadi,maka menjaga keutuhan bangsa tugas kita bersama,” tuturnya.

Untuk itu, Narto berharap, pers harus terlibat dan bertanggungjawab untuk menjaga nalar publik dengan menyampaikan informasi berupa fakta yang akurat sehingga tidak terjadi disinformasi ditengah masyarakat.

“Media online ini informasi yang yang benar, berbeda halnya dengan media sosial yang meng-upload banyak hal, apa yang ada dalam benaknya di tulis lalu di share, sedangkan kebenarannya terserah kepada yang menerimanya informasi tersebut. Tentu media online tidak begitu kita mempertanggung jawabkan kebenarannya apa yang sudah kita sampaikan ke publik,” jelasnya.

Menurut Pamen jebolan Akpol 1992 itu, Polri mempunyai peran yang sama dalam mencerdaskan bangsa. Dengan demikian, kata Narto, humas yang berada di lingkungan Polri harus bisa mengontrol isu-isu yang berkembang di media terkait penyebaran berita palsu.

“Kami dari humas Polda Sumsel tentunya memiliki misi yang sama mencerdaskan kehidupan bangsa, mari mencerdaskan masyarakat melalui produc jurnalistik yang kemudian mampu membuat masyarakat kita cerdas membuat masyarakat kita open peduli semua permasalahan yang ada, agar tidak termakan berita hoax gampang terpancing isu dan lain sebagainya,” ucapnya.

Disisih lain, Narto menuturkan, bahwa perkembangan media saat ini sudah beralih kepada era digital, kehadiran media online semakin menggerus dominasi media cetak diawal peradaban pers.

“Dahulu kala untuk menerima informasi khususnya untuk daerah sangatlah lama berhari-hari, jadi kita semua tentu merasakan manfaat keberadaan media online mendapatkan informasi yang cepat dan akurat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ia sekaligus mewakili tamu undangan yang hadir mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional Ke -78 Tahun. Dia berharap agar pers di Sumatera Selatan terus menjaga eksistensi sebagai penyampai informasi yang tepat, akurat, dan benar.

Dalam momentum itu, Narto bersama tamu undangan lainnya mengikuti prosesi pemotongan nasi tumpeng sebagai pengingat bahwa tanggal 9 Februari merupakan sejarah peradaban pers Indonesia.

Seperti diketahui, Hari Pers Indonesia Jatuh Setiap Tanggal 9 Februari bertepatan dengan Hari Ulang Tahun PWI. Persatuan Wartawan Indonesia yang dibentuk pada 9 Februari 1946. Atas desakan dari berbagai pihak tanggal 23 Januari 1985, Soeharto menetapkan 9 Februari sebagai Hari Pers Nasional berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 5 tahun 1985.

Dalam kesempatan itu, hadir beberapa tamu undangan, yaitu Pj. Gubernur Sumatera Selatan yang diwakili Kabag Humas Pemprov Sumsel, Ega Puza Satria, Ketua PWI Sumsel diwakili, Naovasriadi, Kapolda Sumsel diwakili Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Sunarto, Danrem 044/Gapo diwakili Kapenrem 044 Gapo, Mayor Jauhari, Danlanal Palembang diwakili Kapenlanal Palembang Lettu Zulfikar, Danlanud SMH Palembang diwakili Lettu Agus, Dewan Kehormatan IWO Sumsel Dr. Wijaya, Pertamina EP Zona 4, Sukeri, Kepala Perwakilan BI Sumsel, Andra N Agasta, Ketua IWO Kota Palembang, Syafrullah, dan Pengurus IWO Sumsel. (eja)