PJ Bupati TUBABA, Meminta Diskoperindag Tangani Keluhan Petani Cabai

Berita70 views

Tubaba | Tintamerah.co.id – Menyikapi keluhan Para petani cabai yang berada Di Tiyuh Kagungan Ratu,kecamatan tulang Bawang Udik(TBU) kabupaten Tulang Bawang Barat,PJ bupati zaidirina memberi penjelasan.

Hal tersebut di sampaikan PJ bupati zaidirina melalui pesan singkat WhatsApp,menurut nya hasil dari rapat koordinasi di seluruh Indonesia cabai menduduki harga tertinggi di beberapa daerah.

“Coba cek hasil rapat koordinasi kepala daerah dan forkopimda seluruh Indonesia tadi pagi lewat zoom yg dipimpin pak Menteri Dalam Negeri, cabe merah dan cabe rawit menduduki peringkat pertama penyebab inflasi karena harganya yg tinggi sampai 100 ribu/kg di kalimantan utara dan rata2 50 ribu/kg di seluruh Indonesia, rakyat kesusahan karena harga cabai tinggi”ucapnya pada(28/03)

Zaidirina juga menegaskan,bahwa pemerintah Kabupaten telah menjalankan sesuai intruksi Mendagri,agar dapat memanfaatkan lahan pekarangan kosong rumah warga,bahkan untuk jenis tanaman cabai merupakan tanaman prioritas di dalamnya.

“Pak Mendagri mengeluarkan perintah untuk menanam semua pekarangan dan lahan2 kosong dengan sayur2an terutama cabe, yg di Tubaba sudah kita laksanakan duluan dan berjalan dengan baik” tegasnya

Untuk itu, lanjut zaidirina,menjelaskan dengan adanya program Kebun Kandang Kolam dan Wisata( K3 1w) ,sebuah program pengendalian dan perlindungan terhadap masyarakat yang rentan terkena kemiskinan ektrim, sehingga perekonomian masyarakat dapat meningkat dan terhindar bahkan keluar dari dampak stunting yang merupakan ancaman di seluruh Indonesia.

“program 3K 1W itu diprioritaskan untuk pemenuhan kebutuhan keluarga, membantu masyarakat tiyuh yg tidak mampu, setelah itu baru dijual kalau hasil panen masih berlebih dan Tujuan program K3 1W terutama untuk ketahanan pangan, pengendalian inflasi, dan penanganan kemiskinan ekstrim dan Stunting”ungkapnya

zaidirina pun berjanji akan segera memerintahkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yaitu Dinas Koperasi dan perdagangan terkait untuk segera meninjau langsung pendistribusian,juga meminta para petani agar mencari cara sendiri dalam penjualan hasil panen mereka.

“Nanti saya perintahkan dinas koperindag untuk meninjau langsung seperti apa saluran distribusinya, kenapa menjual ke agen kalau harganya murah, cari tempat penjualan lain yg harganya bagus, Tapi tetap nanti saya perintahkan kepala koperindag mengecek langsung ya”tutupnya (Joni St).